Polda Riau Matangkan Strategi Penanganan Infrastruktur untuk Kelancaran Ops Lilin 2025, Melalui Rapat Forum LLAJ.
lintas77.blogspot.com
LIntas77.blogspot.com, Pekanbaru — Direktorat Lalu Lintas Polisi daerah (Polda) Riau gelar Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru. Agenda tersebut difokuskan pada pembahasan hasil survei kerusakan jalan dan jembatan di wilayah hukum Polda Riau sebagai langkah strategis untuk mendukung kelancaran Operasi Lilin 2025 serta pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Senin (8/12/2025).
Rapat di gelar dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., rapat dihadiri dari berbagai pemangku kepentingan, yaitu dari Jasa Raharja, BPJN, Dishub Provinsi Riau, Dinas PUPRPKPP Riau, BPTD Kelas II Riau, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kota Pekanbaru, MTI Provinsi Riau, PT. Hutama Karya (HK) Tol Permai, Dishub Kabupaten/Kota, para jajaran Kasatlantas, hingga akademisi Universitas Riau yang turut memoderatori jalannya diskusi.
Dalam sambutan pembukaan, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas infrastruktur jalan akan menimbulkan kerawanan, baik dari aspek keselamatan, hingga kelancaran lalu lintas. Data dari bulan Desember 2025 tercatat angka kecelakaan maut di Provinsi Riau mencapai sekitar 500 korban meninggal dunia. Oleh sebab itu Dirlantas menekankan, pentingnya kolaborasi lintas sektor sesuai Peraturan President (Perpres) Nomor 1 Tahun 2022 tentang RUNK, guna menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kualitas keselamatan berlalu lintas.
Ia juga menyoroti 'urgensi' Keharusan yang mendesak atau hal yang sangat penting dan harus segera ditindaklanjuti atau diselesaikan percepatan perbaikan jalan dan jembatan berdasarkan hasil survei Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, mengingat Ops Lilin 2025 segera dilaksanakan. Kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor kunci kelancaran mobilitas masyarakat pada masa liburan keagamaan dan pergantian tahun.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Ditlantas Polda Riau turut menyerahkan bibit pohon kepada peserta forum sebagai bagian dari program Green Policing.
Pada Sesi diskusi, dipandu oleh akademisi Universitas Riau, Dr. Mardianto Manan, M.T., serta hadirkan paparan dari seluruh instansi terkait. Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau sampaikan hasil survei kerusakan jalan beserta rekomendasi teknis, BPJN memaparkan langkah penanganan pada titik rawan banjir dan longsor. Berikut, Dinas perhubungan (Dishub) Provinsi Riau menjelaskan strategi pengaturan transportasi selama Nataru, mulai dari ramp check kendaraan hingga rekayasa lalu lintas, dan jalur alternatif. Lalu, dinas PUPRPKPP Riau memaparkan progres perbaikan jalan sedang berlangsung serta rencana tindak lanjut pada titik kerusakan yang belum tertangani.
Jasa Raharja menekankan pentingnya action plan keselamatan melalui sinergi FKLL, sementara PT HK Tol Permai menjelaskan kesiapan gerbang tol dan layanan tambahan untuk menghadapi lonjakan kendaraan. Setelah seluruhnya selesai memamaparkan programmnya, MTI Provinsi Riau menutup sesi paparan dengan penegasan sangat perlu integrasi data lintas sektor, dan menjadikan forum ini sebagai ruang eksekusi lanjut, bukan hanya formalitas koordinasi.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat menyampaikan pernyataan pembulatan. Beliau mengapresiasi komitmen seluruh peserta forum, dan menegaskan bahwa seluruh hasil survei, pemetaan permasalahan, serta rekomendasi teknis akan dituangkan ke dalam rencana aksi bersama yang terukur.
“Forum ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi wadah untuk memastikan setiap temuan dan rekomendasi betul-betul dieksekusi. Kita ingin memastikan jalur-jalur utama, titik rawan macet, serta ruas jalan yang mengalami kerusakan dapat segera ditangani sebelum Operasi Lilin berjalan. Kolaborasi kita hari ini adalah kunci keberhasilan pengamanan Nataru di Provinsi Riau,” tegasnya.
Dirlantas juga berharap percepatan perbaikan pada titik-titik kritis dapat direalisasikan dengan cepat guna mendukung kelancaran arus mudik dan libur Nataru. Ia menambahkan, bahwa keberhasilan operasi bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi hasil sinergi seluruh instansi yang terlibat.
Rapat ditutup dengan sesi tanya jawab, dilanjut menyanyikan lagu “Padamu Negeri”, penutupan dilakukan oleh MC. Forum LLAJ menjadi langkah konkret Polda Riau bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi, mempercepat penanganan infrastruktur, dan memastikan keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas masyarakat selama masa Natal dan Tahun Baru 2025/2026. (Gurgur Saut)





