Pelatihan Pembesaran Ayam Petelur untuk WBP Lapas Kelas IIA Pekanbaru: Upaya Meningkatkan Kemandirian dan Keterampilan
lintas77.blogspot.com
Lintas77.blogspot.com, PEKANBARU - Upaya meningkatkan kapasitas diri melalui pelatihan keterampilan merupakan salah satu langkah strategis dalam membekali individu agar siap menghadapi tantangan hidup setelah masa pembinaan, termasuk bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Walaupun berada di dalam ruang terbatas, WBP tetap memiliki hak untuk memperoleh pelatihan yang relevan dan aplikatif.
Instruktur yang ditunjuk berasal dari kalangan profesional bersertifikasi yang memiliki pengalaman praktis dalam industri peternakan ayam petelur. Materi pelatihan dirancang secara komprehensif yaitu meliputi teknik pembesaran ayam petelur, manajemen pemeliharaan harian, pemberian pakan dan nutrisi, pengendalian penyakit melalui vaksinasi, pemberian vitamin, serta strategi produksi pakan alternatif yang efisien.
Itu semua dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap program pembinaan kemandirian, oleh sebab itu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menyelenggarakan Pelatihan Pembesaran Ayam Petelur. Pelaksanaan Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung di Aula Lapas Pekanbaru, dan mendapat sambutan antusias dari para warga binaan. Sebelum mengikuti pelatihan, para peserta terlebih dahulu melalui tahap asesmen untuk mengidentifikasi minat dan potensi mereka di bidang peternakan, dihari Rabu, tanggal (30/07/2025).
Dari terselenggaranya kegiatan tersebut, Salah satu warga binaan menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya terhadap pelatihan ini.
“Kami merasa bersyukur diberikan kesempatan untuk belajar keterampilan yang bisa kami gunakan saat bebas nanti. Pelatihan ini memberikan ilmu baru tentang cara membesarkan ayam petelur secara profesional,” tuturnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Erwin Fransiskus Simangunsong menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari program pembinaan kemandirian yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
“Tujuan pemasyarakatan adalah membentuk warga binaan menjadi pribadi yang utuh, menyadari kesalahan, dan mampu mandiri setelah menjalani masa hukuman. Melalui pelatihan seperti ini, kami berharap mereka bisa memiliki keahlian yang berguna dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah bebas nanti,” ujarnya.(Gurgur Saut)





